Senin, 13 Juni 2016

Makanan Khas Sumatera Utara





       Indonesia terkenal memiliki makanan khas dengan citarasa yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Makanan khas Indonesia ini bahkan mulai terkenal di mancanegara, salah satunya adalah rendang. Bahkan rendang  dinobatkan sebagai makanan ter-enak di dunia. Di Indonesia terdapat daerah yang terkenal memiliki makanan khas yang lezat, yaitu Sumatera Utara.
Selain memiliki banyak tempat wisata menarik ternyata Sumatera Utara juga terdapat banyak kuliner yang perlu Anda coba. Makanan khas Sumatera Utara terkenal memiliki rasa yang lezat dan menggiurkan lidah. Jika anda ingin berkunjung ke sumatera utara, jangan lupa untuk mencicipinya. Anda tidak akan menyesal dan selalu ingin untuk berkunjung kembali. 

Berikut makanan khas Sumatera Utara

  1. Sambal Tuktuk

        
             Sambal tuktuk adalah makanan khas yang berasal dari Sumatra utara tepatnya dari daerah Batak Toba. Ini merupakan makanan tradisional khas Batak yang berasal dari Tapanuli. Untuk membuat sambal tuktuk, bahan yang digunakan ialah sama dengan sambal pada umumnya. Yang membedakan adalah sambal tuktuk biasanya disajikan menggunakan ikan aso-aso atau ikan air tawar lainnya, yang sudah diproses dengan cara diasapi atau bisa diganti dengan ikan teri yang dicampur dengan bumbu sambal lain, Yang membuat sambal ini khas adalah penggunaan andaliman yaitu bumbu khas batak yang memberikan citarasa unik pada sambal ini, ingin mencoba membuatnya? Simak resepnya berikut ini:

Bahan-bahan:
  • 2 ekor ikan aso-aso atau 100 gram ikan teri
  • 1 sdm andaliman
  • 2  butir kemiri
  • 10 buah cabe merah kriting
  • 5 buah cabe rawit
  • 5 buah bawang merah 1 siung bawang putih
  • ½ sdt garam
  • Minyak untuk menggoreng ikan secukupnya
  1. Goreng ikan sampai matang
  2. Sangrai semua bahan kecuali garam sampai harum dan matang
  3. Haluskan semua bahan yang telah disangrai, lalu tambahkan suwiran ikan aso-aso yang telah digoreng/ikan teri yang sudah digoreng.
  4. Haluskan kembali semua bahan, bumbui dengan garam.

  1. Arsik

            
            Arsik adalah ikan mas yang memiliki bumbu berwarna kuning. Makanan khas Sumatera Utara ini memiliki rasa yang khas karena untuk membuat bumbunya diperlukan bahan yang khas pula seperti andaliman dan asam cikala, kemudian kemiri, kunyit, bawang merah dan putih, lengkuas, garam, gula pasir, dan jahe. Bahan lain yang perlu dipersiapkan adalah ikan mas segar, serai, daun mangkokan, daun kemangi, jeruk nipis, dan air.
Bahan :
  • 3 ekor ikan mas segar ( setara dengan 1 kg )
  • 5 batang serai ( memarkan )
  • daun mangkokan 5 lembar
  • daun kemangi 1 genggam
  • jeruk nipis 3 buah ( peras airnya )
  • air bersih secukupnya
Bumbu halus :
  • kemiri 5 butir
  • bawang merah 8 butir
  • bawang putih 4 siung
  • kunyit 5 cm
  • jahe 2 cm
  • asam kandis 2 potong
  • 3 cm lengkuas
  • garam 1 sendok teh
  • penyedap rasa 1/2 sendok teh
  • gula pasir 1 sendok teh
  • Bersihkan ikan dengan cara dicuci dengan air lalu dilumuri dengan air jeruk nipis
  • Diamkan ikan kira-kira selama 5-10 menit
  • Lumuri lagi ikan dengan bumbu yang dihaluskan hingga merata
  • Ambil wajan lalu dialasi dengan batang serai, daun mangkokan daun kemangi dan asam potong
  • Letakkan ikan diatas dedaunan yang sudah menjadi alas wajan
  • Beri air secukupnya hingga ikan terendam rata
  • Masak diatas api sedang cenderung kecil sambil ditutup bagian atasnya
  • Tunggu sampai benar-benar matang dan airnya habis

  1. Manuk napinadar

               

              Makanan khas Sumatera Utara ini biasanya disajikan ketika pesta adat tertentu. Cara memasaknya adalah panggang ayam terlebih dahulu kemudian siram dengan saos spesial yang berasal dari darah ayam itu sendiri. 

Bahan-bahan:
  • Ayam kampung yang masih muda (pas ayamnya dipotong, darahnya ditampung trus dikasi jeruk nipis biar ga beku). Ayam dipotong berukuran agak besar, jangan terlalu kecil-kecil.
  • Cabai merah
  • Cabai rawit
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Kemiri
  • Jahe
  • Garam
  • Jeruk nipis
  • Merica bubuk
  • Andaliman
Cara memasak:
  • Ayam yang udah dipotong-potong di lumuri jeruk nipis, garam, merica bubuk, diamkan sekitar 10 menit sampai bumbu dasar meresap.
  • Ayam yang bagiannya mayoritas tulang seperti: ceker, sayap, punggung dan lain-lain mendingan di jadiin bahan sop aja soalnya ngga enak kalo dimasak napinadar
  • Bagian ayam yang sudah dilumuri bumbu dasar kemudian di bakar atau dipanggang di atas teflon juga boleh (tapi lebih mantep klo dipanggangnya di atas bara api). Pakai api sedang jadi tidak hanya gosong diluar, tapi bagian dalam juga ikut matang. Sisihkan
  • Bahan: jahe, bawang merah, bawang putih, kemiri, setelah dicuci bersih, dipanggang sampai muncul warna agak kcoklatan. Lalu seluruh bahan bumbu (cabai, bawang, kemiri, jahe, andaliman) dihaluskan.
  • Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan sedikit minyak goreng, tambahkan sedikit air, lalu masukkan ayam yang sudah dibakar. Aduk rata, masukkan darah ayam yang tekah dicampu dengan jeruk nipis, tambahkan garam, dan terakhir beri perasan jeruk nipis.


  1. Saksang

             Pada adat orang Batak, Saksang merupakan menu wajib yang harus dihidangkan. Resep yang satu ini merupakan makanan khas sekali di tanah Batak Sumatera Utara. Pantang rasanya jika tidak ada menu ini pada saat pesta atau acara Batak. Pada umumnya saksang menggunakan daging B1 (Anjing) atau B2 (Babi). Untuk rasanya sih tidak terlalu jauh berbeda, hanya setelah makannya saja. Kalo B1 lebih panas di badan kita pada saat sesudah memakannya, sedangkan B2 sebaliknya. Semuanya kembali lagi ke selera masing-masing. 
Bahan-bahan:

  • 1 kg Daging B1 / RW / Biang / Anjing, potong dadu (kecil2 ± 0.5 cm)
  • 400 cc Gota yang sudah dicampur dengan
  • Air jeruk dari 1 atau 2 buah jeruk nipis
  • Minyak goreng untuk menumis

Bumbu-bumbu:

  • 10 buah  Bawang merah utuh, digongsong (goreng tanpa minyak sampai ada bekas-bekas gosongnya)
  • 7 buah  Bawang putih utuh, digongsong
  • 2 cm  Jahe, potong-potong kecil (sebesar permen pastiles), digongsong
  • 5 cm  Laos / Lengkuas, potong-potong kecil, digongsong
  • 3 batang  Serai, ambil bagian yang putih, potong-potong kecil, digongsong
  • 2 cm  Kunyit tua, potong-potong kecil, digongsong
  • 1 sdm  Ketumbar, digongsong hingga harum
  • 5 buah  Cabe merah besar, iris-iris kasar, giling / blender hingga menjadi pasta
  • 10 buah  Cabe rawit (boleh ditambah jika suka pedas), digiling halus
  • 6 lembar  Daun jeruk, biarkan utuh
  • 2 sdm  Andaliman (atau sesuai selera), tidak perlu di gongseng, giling halus
  • 1½ sdt  Garam (atau sesuai selera)

Cara Membuat Saksang Khas Batak:


  • Giling / ulek satu per satu hingga halus/ lembut benar: bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, serai, kunyit, dan ketumbar. Berikutnya masukkan cabe merah dan cabe merah yang telah halus. Aduk semua bumbu giling, masukkan daun jeruk utuh, sisihkan.
  • Panaskan minyak goreng, tumis bumbu giling hingga beraroma harum dan matang.
  • Masukkan daging yang sudah iris-iris kecil dadu. Aduk rata supaya daging matang dan berubah warna. Tidak diperlu ditambah air.
  • Setelah matang, tambahkan gota. Aduk-aduk hingga gota tercampur rata.
  • Masukkan garam. Cicipi dan koreksi rasanya (tambahkan garam atau air jeruk nipis)

  1. Dengke mas na niura
               Ini adalah salah satu masakan terkenal khas Tapanuli Sumatra utara yaitu Dekke mas Naniura , Dekke mas Naniura adalah hidangan yang dulunya disajikan untuk raja-raja di tanah Batak, Dimana Naniura ini tidak dimasak dengan cara di goreng, direbus, dipanggang, maupun dikukus melainkan ikan ini diproses hanya dengan menambahkan bumbu dan tidak dimasak sama sekali. Namun walaupun tanpa dimasak pada saat dimakan Naiura tidak mengeluarkan bau amis dan dagingnya mudah dicuil layaknya ikan mas yang sudah melalui proses pematangan, penggunaan rempah dan Asam Jungga lah yang membuat Dekke mas Naniura ini matang tanpa dimasak. 

Bahan-bahan:
  • 2 ekor ikan mas ukuran sedang
  • 4 buah asam jungga
Bumbu halus

  • 8 butir kemiri , belah dua lalu sangrai
  • 1 sdm ketumbar, sangrai hingga harum
  • 5 cm jahe
  • 5 cm kunyit, bakar
  • 2 cm lengkuas
  • 10 butir bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 1 sdm Andaliman
  • 5 – 10 bucah cabe rawit
  • 1 batang kecombrang, rebus sebentar
  • Garam secukupnya

  • Bersihkan ikan dengan air mengalir, buang insang, isiperut dan juga sisik nya
  • Belahikan menjadi dua bagian, sisihkan
  • Sementara itu peras asam jungga, lalu rendam ikan yang sudah dibersihkan dengan asam jungga tersebut selama 2 jam
  • Setelah dua jam cabut duri dan tulang ikan dari si ikan sampai menyisakan dagingnya saja.
  • Ambil wadah lalu lumuri ikan dengan bumbu halus sampai rata, diamkan sekalil agi 2 jam

Selasa, 19 April 2016

Biografi

                             BIOGRAFI
Nama  : Sumurung Krismanto pakapahan
Sapaan: kriss, anto, dll
TTL     : Sosorbakkudu, 16 September 1997
Alamat : Soposurung, Jl. Tarutung , Titiawas, Balige,
              Tobasa, Sumut, Indonesia.
Agama : Kristen ( HKBP )

Dilahirkan dari rahim seorang ibu N.H Napitupulu, Di puskesmas Onan Raja Balige. Merupakan anak ke-5 dari 6 bersaudara. mengalami masa- masa sulit sampai saat ini. Seorang yang berkepribadian mandiri, baik, santun , dll. Seorang yang berjiwa besar menjadi pemimipin. Belajar dari setiap kesalahan, dan memaknai hidup dari setiap pergumulan yang di hadapi. Ingin menjadi orang yang berdampak dalam masyarakat dan aspek lainnya.


Penyelesaian masalah
Penyelesaian atau pemecahan masalah adalah bagian dari proses berpikir. Sering dianggap merupakan proses paling kompleks di antara semua fungsi kecerdasan, pemecahan masalah telah didefinisikan sebagai proses kognitif tingkat tinggi yang memerlukan modulasi dan kontrol lebih dari keterampilan-keterampilan rutin atau dasar. Proses ini terjadi jika suatu organisme atau sistem kecerdasan buatan tidak mengetahui bagaimana untuk bergerak dari suatu kondisi awal menuju kondisi yang dituju.

Tahapan penyelesaian masalah

1)      kenali masalah secara umum/mendefinisikan masalah,
2)      temukan bukti dari permasalahan,
3)      carilah penyebab munculnya masalah,
4)      pertimbangkan berbagai kemungkinan untuk menemukan jalan keluar dari masalah,
5)      pilihlah jalan keluar yang dengan mudah,
6)      laksanakan penyelasaian,
7)      periksa kembali dengan penyelesaian yang dilakukan.

              Definisi penyelesaian masalah dari sudut pandangan ahli-ahli psikologi
Secara umumnya dengan konsep yang lebih mudah kita menganggap penyelesaian masalah adalah merupakan satu proses, kaedah, langkah atau cara yang diambil oleh seseorang untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Menurut Ma’rof Redzuan dan Haslinda Abdullah (2003), penyelesaian masalah adalah satu cubaan mencari atau satu cara yang sesuai dan berkesan dalam mencapai sesuatu matlamat. Azlena Zainal dan Munir Shuib (2004), pula menerangkan bahawa penyelesaian masalah adalah meliputi usaha-usaha mecari jalan atau strategi yang dapat menghasilkan matlamat yang belum ditemui. 
Bagi ahli-ahli psikologi kognitif, mereka melihat penyelesaian masalah sebagai satu tahap pemprosesan maklumat. Kebanyakan ahli psikologi kognitif berminat untuk memahami apa yang berlaku memindai manusia apabila mereka menyelesaikan masalah dan bagaimana mereka mengendalikan maklumat untuk menyelesaikan masalah. Alan Newell dan Herbert Simon (1972), adalah merupakan dua orang ahli psikologi kognitif yang menjadi pendukung kepada pendekatan pemprosesan maklumat kepada penyelesaian masalah. Mereka merujuk kepada konsep masalah dengan menggunakan istilah “ruang masalah”. Terdapat empat elemen yang terkandung bagi sesuatu masalah, elemen masalah yang pertama dikenali sebagai “ruang permulaan” dimana ia merujuk kepada keadaan bermulanya sesuatu masalah. Elemen yang kedua dikenali sebagai “ruang matlamat” yang merujuk kepada berakhirnya sesuatu masalah. Elemen yang ketiga pula dikenali sebagai “ruang perantaraan” iaitu keadaan berbagai yang wujud di sepanjang laluan di antara “ruang permulaan” dan “ruang matlamat”. Seterusnya ialah elemen yang terakhir iaitu “operasi” dimana ia bertindak sebagai pergerakan yang dibuat terhadap penyelesaian masalah (Clarke & Gillet, 1997).  
Sehingga ke hari ini tidak ada kata sepakat yang benar-benar dapat menerangkan sepenuhnya tentang apakah perkara yang sebenarnya terlibat apabila seseorang individu menyelesaikan masalah yang dihadapi, walaubagaimanapun ramai ahli psikologi berpendapat dan bersetuju bahawa perkara tersebut dialami oleh manusia bermula dengan adanya kesedaran bahawa masalah telahpun wujud dan mempunyai kepercayaan bahawa jika strategi sesuai digunakan maka ia akan berakhir dengan perlaksanaan dan penyelesaian yang dapat memuaskan hati. Matlin (1990) (dlm. Clarke & Gillet, 1997), menjelaskan bahawa kebanyakan ahli psikologi kognitif melihat penyelesaian masalah melibatkan empat proses yang utama. Proses pertama yang terlibat dalam penyelesaian masalah ialah tahap persediaan iaitu bermula dengan memahami masalah yang dihadapi kemudian mencipta penyelesaian yang boleh diambil. Tahap kedua dikenali sebagai tahap produksi iaitu mengeluarkan idea-idea penyelesaian yang berpotensi untuk digunakan. Kemudian tahap yang ketiga ialah tahap penilaian dimana pada tahap ini penyelesaian yang akan diambil diperiksa dan dinilai secara teliti. seterusnya ialah tahap terakhir iaitu tahap pertimbangan iaitu penyelesaian yang diambil akan dilaksanakan dan kemudian dinilai. Keempat-empat tahap dalam proses penyelesaian masalah tersebut adalah merupakan pandangan yang dikemukakan oleh ahli-ahli psikologi kognitif.
Wolfgang Kohler adalah merupakan salah seorang ahli psikologi dan pengasas dalam bidang psikologi Gestalt, namun dalam masa yang sama beliau juga adalah salah seorang tokoh penting dalam pembelajaran kognitif. Pembelajaran kognitif adalah merujuk kepada proses pembelajaran yang bergantung kepada operasi mental. Salah satu sumbangan Kohler dalam kajian yang dijalankan olehnya ialah pembelajaran celik akal (insight) yang dikaitkan dengan proses penyelesaian masalah. Celik akal yang dimaksudkan disini ialah satu perubahan yang berlaku secara tiba-tiba dalam persepsi seseorang ketika menghadapi sesuatu masalah (Ma’rof Redzuan & Haslinda Abdullah, 2003). Pada awalnya Kohler telah menjalankan satu kajian terhadap seekor cimpanzi yang diletakkan dalam sebuah bilik kurungan yang mana pada bahagian atasnya pisang digantungkan. Pada awalnya cimpanzi tersebut mencuba beberapa kaedah untuk mendapatkan pisang tersebut namun gagal, akhirnya setelah mencuba beberapa cara cimpanzi tersebut bertindak menyusun kotak-kotak secara bertingkat dan berjaya mendapatkan pisang tersebut. Daripada kajian ini, Kohler menjelaskan bahawa proses yang berlaku dalam situasi tersebut ialah pembelajaran secara celik akal. Oleh sebab itu Kohler percaya bahawa sesuatu penyelesaian masalah adalah memerlukan kecerdikan akal yang juga diaplikasikan dalam kehidupan manusia.
Jika ditinjau dari sudut pandangan ahli-ahli psikologi yang lain, terdapat beberapa pandangan yang menyatakan bahawa penyelesaian masalah adalah merupakan satu proses yang memerlukan kreativitas. Stravinsky (1948) (dlm. Cohen & Stemmer, 2007), menjelaskan bahawa penyelesaian masalah adalah proses yang melibatkan aktiviti kreatif oleh seseorang individu, beliau menegaskan bahawa semua proses kreativiti adalah merupakan penyelesaian masalah. Salah satu hujah yang pernah dinyatakan oleh Stravinsky ialah “tidak ada kreativiti tanpa wujudnya masalah, tidak ada masalah tanpa wujudnya sekatan, dan tidak ada sekatan tanpa wujudnya persediaan”. Dalam erti kata lainnya jika dilihat daripada sudut pandangan tersebut apabila sesuatu masalah timbul, seseorang individu akan menggunakan kreativitinya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maka dalam hal ini penyelesaian masalah adalah melibatkan proses kreativiti seseorang.
Terdapat juga segelintir ahli psikologi yang tidak bersetuju bahawa penyelesaian masalah adalah merupakan satu proses yang memerlukan kreativiti. Tidak semua penyelesaian masalah yang diambil memerlukan kreativiti seseorang. Hal ini disebabkan mereka menganggap bahawa tidak semua manusia dilahirkan dengan kemahiran berfikir secara kreatif, hal ini dapat dibuktikan apabila manusia yang dilahirkan tanpa fikiran kreatif juga mampu mencari jalan penyelesaian untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Kreativiti boleh didefinisikan sebagai keupayaan untuk berfikir mengenai sesuatu dan menghasilkan penyelesaian masalah dalam cara yang baru iaitu bukan cara yang biasa diambil sebelum ini. Apa yang ingin ditekankan disini ialah tidak semua manusia mempunyai kreativiti dan hal ini dinyatakan dalam teori Triarchic yang diperkenalkan oleh Robert Sternberg dalam menerangkan perbezaan keupayaan yang ada pada manusia (Ma’rof Redzuan & Haslinda Abdullah, 2003).
Sesetengah ahli-ahli psikologi percaya individu yang tidak atau kurang mempunyai fikiran kreatif juga akan mampu mencari penyelesaian masalah, ini disebabkan tidak semua penyelesaian masalah melibatkan penyelesaian dalam bentuk atau cara yang baru, penyelesaian itu juga boleh diambil daripada pengalaman-pengalaman lalu ketika berhadapan dengan masalah yang sama atau yang hampir sama. Sebagai contohnya di sini seorang pelajar yang menghadapi masalah mengurus masa belajar ketika berada di universiti, mereka akan cenderung menggunakan pengalaman-pengalaman lepas bagaimana mereka mengurus masa belajar ketika berada di sekolah menengah. Sesetengah ahli psikologi percaya bahawa apabila kita tidak dapat menyelesaikan masalah, kita akan cuba menyusun semula pengalaman-pengalaman lepas, di mana dalam situasi ini kita belajar daripada masalah sama yang pernah dihadapi pada masa lalu. Cohen dan Stemmer (2007), berpendapat bahwa secara umumnya penyelesaian masalah bukan merupakan proses kreativiti, mereka menjelaskan bahawa penyelesaian masalah adalah sesuatu yang melibatkan kepada pengaplikasiaan peraturan yang dikenali sebagai ‘algoritma’ iaitu panduan penyelesaian masalah yang lebih sistematik.
Menyentuh mengenai kreativiti dan kaitannya dengan penyelesaian masalah, sehingga ke hari ini kebanyakan ahli-ahli psikologi masih belum ada lagi kata sepakat yang membuktikan bahawa penyelesaian masalah memerlukan kreativiti daripada seseorang individu. Namun ahli-ahli psikologi tidak menafikan bahawa terdapat aspek perbezaan manusia dari segi cara individu yang berbeza berfikir dan menyelesaikan masalah. Ini termasuklah cara individu mengekod atau menyimpan maklumat, seterusnya mempengaruhi keupayaan individu untuk mengingat, menaakul dan kemudiannya menyelesaikan masalah. Ahli-ahli psikologi merujuk perkara ini sebagai “kepakaran”, iaitu merujuk kepada sesetengah individu yang pakar dalam penyelesaian masalah dalam sesuatu bidang. Penyelesaian masalah yang dibincangkan dalam isu ini lebih tertumpu kepada individu yang pakar dalam sesuatu bidang. Menurut Ma’rof Redzuan dan Haslinda Abdullah (2003), pakar penyelesaian masalah berbeza dengan mereka yang kurang berpengalaman dalam penyelesaian masalah dalam beberapa aspek. Dari sudut asas pengetahuan, mereka yang pakar dalam penyelesaian masalah mempunyai pengetahuan yang lebih luas dan lebih tersusun dalam bidang mereka, pengetahuan yang ada tersebut membantu mereka menyelesaikan masalah tanpa melalui usaha penyelesaian masalah yang kompleks. Dari segi ingatan pula, pakar tidak semestinya mempunyai kemahiran ingatan yang baik, namun mereka pandai menggunakan pengetahuan yang lebih banyak untuk mengatur maklumat dalam cara yang menjadikannya mudah untuk diingat. Seseorang yang dikatakan pakar dalam penyelesaian masalah juga mempunyai strategi penyelesaian yang lebih berkesan, semasa proses penyelesaian masalah dilakukan mereka biasanya lebih fleksibel dan mampu untuk mengubahsuai strategi-strategi yang diambil mengikut situasi. Satu lagi perkara yang perlu diberi perhatian ialah seseorang pakar dalam penyelesaian masalah biasanya adalah mereka yang telah bertahun-tahun lamanya berada di dalam bidang mereka tersebut. Keupayaan untuk menyelesaikan masalah khusus secara berkesan biasanya terhad kepada bidang tertentu sahaja, contohnya seseorang yang pakar menyelesaikan masalah dalam bidang psikologi tidak semestinya dia juga adalah pakar menyelesaikan masalah dalam bidang matematik.

            Strategi-strategi dalam proses penyelesaian masalah
Seperti mana yang telah dijelaskan sebelum ini terdapat beberapa strategi yang boleh diambil ketika berhadapan dengan sesuatu masalah. Proses ini termasuk dalam langkah yang kedua dalam penyelesaian masalah iaitu membentuk strategi-strategi untuk menyelesaian masalah.
Salah satu strategi yang boleh diambil ialah melalui algoritma, strategi ini mencadangkan supaya kita mencuba semua cara yang ada bagi mencari penyelesaian dan cara tersebut memerlukan perlaksanaan secara urutan tertentu. Pada mulanya strategi penyelesaian masalah algoritma ini digunakan dalam bidang matematik yang mana jawapan kepada soalan matematik memerlukan satu formula yang dibuat mengikut urutan tertentu bagi mendapatkan sesuatu jawapan, disebabkan keberkesannya dalam tugas penyelesaian masalah maka strategi ini banyak diaplikasikan dalam pelbagai masalah yang lain (Clarke & Gillet, 1997). Algoritma boleh wujud dalam beberapa bentuk seperti formula, arahan atau percubaan untuk menyelesaikan masalah. Sebagai contohnya seseorang individu yang tidak tahu memasak dikatakan menggunakan strategi algoritma apabila individu tersebut memasak mengikut resipi yang dirujuknya, dalam hal ini resipi tersebut bertindak sebagai arahan yang dijalankan dalam bentuk urutan bagi menghasilkan makanan yang dikehendaki. Menurut Feldman (2010), sesuatu masalah pasti akan dapat diselesaikan jika strategi algoritma diaplikasikan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Strategi seterusnya ialah heuristik, strategi ini biasanya berlawanan dengan algoritma dalam penyelesaian masalah. Jika algoritma memerlukan kita menyelesaikan masalah dengan mengariskan beberapa urutan bagi menyelesaikan masalah yang lazimnya mengambil masa yang panjang tetapi sebaliknya heuristik lebih kepada penyelesaian masalah secara singkat iaitu dengan cara tekaan yang dirasakan paling tepat dan rasional, ia biasanya dilakukan dengan berpandukan pengetahuan dan pengalaman lalu (Mahmood Nazar Mohamed, 2004). Pendekatan strategi heuristik ini membantu untuk menyempitkan lagi alternatif penyelesaian untuk mendapatkan hanya satu penyelesaian yang terbaik. Sebagai contohnya apabila kita mengalami masalah insomnia atau kesukaran untuk tidur malam, terdapat beberapa alternatif penyelesaian yang boleh diambil antaranya seperti mengatur waktu tidur yang tetap, bersenam pada waktu petang agar dapat tidur dengan mudah pada waktu malam, bertemu dengan kaunselor untuk mengatasi masalah tekanan ataupun makan ubat tidur agar dapat tidur dengan cepat. Dalam situasi ini kita dikatakan menggunakan strategi heuristik apabila kita memilih salah satu sahaja daripada alternatif penyelesaian masalah bagi mengatasi masalah insomnia tersebut contohnya memilih untuk mengatur waktu tidur yang tetap manakala alternatif penyelesaian yang lain tidak diambil.
Terdapat juga strategi lain yang biasa diambil, salah satunya ialah analisis submatlamat. Strategi ini diambil dengan membentuk matlamat-matlamat yang terdekat atau mendefinisikan masalah-masalah pertengahan yang meletakkan kita dalam kedudukan yang lebih baik untuk mencapai matlamat akhir (Ma’rof Redzuan & Haslinda Abdullah, 2003). Sebagai contohnya disini, matlamat akhir ialah menyiapkan kertas kerja manakala submatlamatnya pula ialah mengumpul bahan rujukan, berjumpa pensyarah untuk memeriksa draf, menetukan waktu bagi menyiapkannya dan membuat kertas kerja mengikut format yang diberikan oleh pensyarah. Dalam hal ini analisis submatlamat berfungsi sebagai penyelesaian masalah untuk mencapai matlamat akhir, contohnya dalam situasi tadi tugas-tugas yang terlibat dalam menyiapkan kertas kerja adalah merupakan satu proses penyelesaian masalah.
Menurut Clarke dan Gillet (1997), terdapat dua strategi lain yang boleh diambil dalam penyelesaian masalah iaitu strategi percubaan hipotesis dan celik akal. Percubaan hipotesis diambil dengan melakukan andaian tentang bagaimana masalah boleh diselesaikan kemudian melihat sama ada ia berjalan seperti yang diharapkan atau tidak. Jika hipotesis yang dilakukan terbukti betul maka masalah yang dihadapi akan dapat diselesaikan dan sebaliknya jika hipotesis yang dilakukan terbukti tidak betul maka ini bermaksud masalah tersebut belum dapat diselesaikan. Contohnya kita mengalami masalah mengantuk dan tubuh badan tidak bermaya kemudian kita membuat andaian bahawa tidur awal mengikut waktu yang sepatutnya diperlukan oleh manusia selama 6 hingga 8 jam sehari akan menjadikan kita lebih cergas dan bertenaga pada hari berikutnya, kemudian andaian yang dibuat tersebut diaplikasikan atau dilaksanakan oleh kita untuk melihat sama ada andaian yang kita buat tersebut adalah benar atau tidak. Jika hasil andaian yang dibuat oleh kita adalah benar maka penyelesaian masalah telah dapat dicapai dimana dalam situasi ini bagi membolehkan kita sentiasa cergas dan bertenaga sepanjang hari maka kita sepatutnya tidur mengikut waktu yang diperlukan oleh manusia.
Satu lagi strategi ialah celik akal, lazimnya tidak semua masalah boleh diselesaikan secara sistematik ataupun dengan cara berturutan. Kebanyakan masalah sebenarnya diselesaikan melalui celik akal. Strategi ini boleh diambil dengan melatih diri menyatukan pengalaman lepas dan mengenalpasti bagaimana penyelesaian masalah daripada pengalaman lalu tersebut dapat diaplikasikan dalam masalah yang berbeza, iaitu masalah semasa yang dihadapi (Clarke & Gillet, 1997). Lazimnya kita mengalami atau menemui satu idea penyelesaian masalah secara tiba-tiba, dimana dalam hal ini pelbagai pengalaman yang dilalui kita telah bersatu dan mewujudkan satu idea penyelesaian masalah yang baru. Celik akal di kalangan manusia seringkali melibatkan penyusunan atau memasangkan maklumat-maklumat terdahulu menjadi tersusun dalam satu cara yang bermakna (Ma’rof Redzuan & Haslinda Abdullah, 2003). Misalnya disini ketika kita berada di peringkat sekolah rendah kita biasanya mengalami masalah untuk mengingat sifir yang ditekankan oleh guru matematik, oleh sebab itu kita terpaksa belajar sifir dengan cara menghafalnya. Lama-kelamaan kita kemudiannya akan menyedari bahawa pendaraban dalam sifir sebenarnya juga adalah percampuran yang akan menghasilkan jawapan yang sama, sebagai contohnya 3×3=9 adalah sebenarnya angka 3 dicampurkan sebanyak tiga kali, iaitu 3+3+3=9.   

            Peranan Heuristik dalam penyelesaian masalah
Seperti mana yang telah dihuraikan sebelum ini, heuristik adalah merupakan salah satu strategi yang sering diambil ketika melakukan penyelesaian masalah. Sememangnya heuristik memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia dalam membantu kita membuat keputusan bagi mengatasi sesuatu masalah. Heuristik sebenarnya boleh membawa kepada kesan positif dan pada masa yang sama juga boleh membawa kepada beberapa kesan negatif. Dalam hal ini heuristik dilihat mempunyai kelebihan dan kelemahan yang tersendiri.
Strategi heuristik adalah merupakan pendekatan sistematik yang menjadi panduan dan menghasilkan alternatif dalam penyelesaian masalah, namun dalam masa yang sama ia juga mempunyai kekurangan tertentu, sebagai contohnya individu yang menggunakan heuristik tidak semestinya dapat lari daripada kesilapan ketika melakukan penyelesaian masalah. Walaubagaimanapun heuristik diakui adalah merupakan pendekatan sistematik yang boleh menyelesaikan sebarang masalah (Fogler & LeBlanc, 2008).
Heuristik juga dikenali sebagai Rules of Thumb iaitu merujuk kepada proses peraturan yang memerlukan seseorang membuat pertimbangan mengurangkan alternatif penyelesaian yang boleh diambil (Coon & Mitterer, 2008). Dalam erti kata lainnya pendekatan sistematik menggunakan strategi heuristik akan membantu kita mengurangkan atau menyempitkan lagi penyelesaian-penyelesaian bagi tujuan mendapatkan hanya satu penyelesaian dan alternatif yang terbaik. Dalam kehidupan seharian, manusia sebenarnya banyak menggunakan heuristik sebagai jalan penyelesaian, sebagai contohnya pemikiran heuristik banyak digunakan oleh manusia ketika bermain pelbagai jenis permainan termasuklah bermain catur dan permainan teka silang kata (Clarke & Gillet, 1997). Terdapat juga sedikit bukti perkaitan diantara heuristik dengan celik akal. Cohen dan Stemmer (2007), mendapati bahawa kebanyakan individu yang menggunakan strategi heuristik kadangkala akan mengarah mereka kepada celik akal. Dalam hal ini celik akal juga memainkan peranan penting dalam penyelesaian masalah.
Heuristik adalah merupakan strategi penyelesaian masalah yang bermanfaat kepada kehidupan manusia. Kita sebenarnya cenderung untuk menyelesaikan masalah secara singkat tanpa mengariskan beberapa alternatif penyelesaian lain yang boleh diambil. Bayangkanlah jika sesuatu masalah diselesaikan dengan menggunakan pelbagai cara seperti yang digunakan dalam strategi algoritma sudah tentu sesuatu penyelesaian yang diambil berlaku dalam kadar yang lambat. Tambahan lagi jika kita menggunakan pelbagai cara penyelesaian, kita tidak semestinya akan dapat mencari jalan penyelesaian yang tepat bagi mengatasi masalah yang kita hadapi. Sebagai contohnya katakanlah kita sering menghadapi masalah datang lewat ke kelas disebabkan kekurangan bas, kita cenderung untuk mencari jalan penyelesaian dengan menunggu bas dengan lebih awal walaupun sebenarnya terdapat lagi alternatif penyelesaian masalah yang lain seperti menumpang kenderaan kawan untuk ke kelas ataupun berjalan kaki ke kelas. Dalam hal ini, heuristik sangat memainkan peranan penting dalam penyelesaian masalah, walaupun begitu tidak semua strategi heuristik dapat menyelesaikan masalah kerana terdapat juga kelemahan apabila kita mengaplikasikannya
Menurut Feldman (2010), heuristik adalah merupakan jalan pintas proses kognitif yang boleh membawa kepada penyelesaian. Beliau menjelaskan bahawa perbezaan yang paling ketara di antara strategi algoritma dan heuristik ialah algoritma adalah peraturan yang “selalu” membawa kepada penyelesaian, manakala heuristik pula adalah jalan pintas yang “berkemungkinan” membawa kepada penyelesaian. Maka dalam hal ini heuristik adalah merupakan strategi penyelesaian yang tidak semestinya akan membawa kepada penyelesaian masalah, sebagai contohnya disini sesetengah pelajar dikatakan menggunakan strategi heuristik apabila mereka belajar hanya menumpukan kepada nota-nota kuliah sahaja berbanding belajar menggunakan buku teks sebagai persiapan menghadapi peperiksaan. Cara penyelesaian yang diambil oleh pelajar belum tentu akan berjaya kerana berkemungkinan juga soalan peperiksaan yang dibuat sebahagian besarnya diambil berdasarkan buku teks berbanding nota-nota kuliah. Dalam hal ini strategi heuristik yang dilakukan oleh pelajar-pelajar tidak semestinya akan membawa kepada penyelesaian.  
Dengan menggunakan heuristik, seseorang individu juga cenderung menyelesaikan masalah dengan cara tekaan yang dirasakan paling tepat. Tindakan sedemikian disebabkan manusia lazimnya sering menyelesaikan masalah berpandukan kepada pengetahuan dan pengalaman lamanya. Dalam situasi ini, strategi heuristik jarang berjaya mendapat penyelesaian yang baik disebabkan individu seperti ini sentiasa terkongkong oleh pengalaman lepasnya. Sebagai kesannya individu seperti ini jarang melepaskan diri daripada dipengaruhi oleh pengalaman lepas dan menyebabkan mereka tidak berupaya berfikir dengan cara yang lebih kreatif (Mahmood Nazar Mohamed, 2004). Masalah seperti ini dianalogikan sebagai ketetapan fungsian (functional fixedness), iaitu kita telah terbiasa dengan fungsi serta kegunaan sesuatu objek, contohnya kita cenderung berfikir buku adalah hanya untuk bahan bacaan semata-mata tanpa memikirkan potensi bahawa buku juga boleh berfungsi menjadi bantal untuk tidur ketika berada di atas meja. Konsep ketetapan fungsian ini diumpamakan sebagai ketetapan mental (mental set), iaitu kita cenderung atau telah terbiasa dengan penyelesaian masalah dalam bentuk lama yang mana ia boleh menghalang kita daripada mencuba mencari penyelesaian baru yang mungkin lebih baik (Feldman, 2010).
Penyelesaian masalah melalui strategi heuristik juga boleh membawa kepada hasil yang tidak kita harapkan. Seperti mana yang yang telah dijelaskan sebelum ini heuristik adalah merupakan peraturan yang membawa kita untuk mengurangkan alternatif kepada satu saja jalan penyelesaian, namun apa yang ditekankan disini ialah kita tidak dapat memastikan bahawa cara penyelesaian tersebut akan berhasil. Salah satu heuristik yang boleh membawa kepada pemikiran yang salah ialah heuristik tersedia ada, iaitu merujuk kepada satu ramalan tentang kemungkinan sesuatu peristiwa berdasarkan kepada peristiwa itu berlaku pada masa lalu (Ma’rof Redzuan & Haslinda Abdullah, 2003). Sebagai contohnya maklumat yang berlebih-lebihan daripada media massa mengenai kenaikan harga minyak masak akan menyebabkan kita cenderung untuk melebih-lebihkan bahawa harga minyak masak akan naik sedangkan situasi tersebut belum tentu akan berlaku, kesannya kita sudah tentu akan mencari jalan penyelesaian dengan membeli minyak masak secara besar-besaran sebelum harga minyak masak tersebut meningkat di pasaran. Dalam hal ini, keputusan penyelesaian masalah yang dibuat berdasarkan kepada heuristik sedia ada ini cenderung membawa kepada hasil seperti mana yang tidak diharapkan.    


Kesimpulannya dapatlah dijelaskan bahawa penyelesaian masalah adalah merupakan satu proses yang sangat penting kepada manusia. Setiap hari kita sering berhadapan dengan pelbagai bentuk masalah tidak kira sama ada susah atau pun senang. Bagi mengatasi masalah-masalah tersebut kita memerlukan strategi-strategi tertentu bagi tujuan memudahkan kita menyelesaikannya. Dari sudut pandangan psikologi, kebanyakan ahli psikologi mengakui bahawa penyelesaian masalah adalah merupakan medium yang berguna kepada manusia dalam menghadapi cabaran dan halangan dalam usaha kita mencapai matlamat hidup. Dalam hal ini, kebanyakan ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan dan pendekatan tersendiri dalam menerangkan definisi dan konsep mengenai penyelesaian masalah. Daripada huraian dibincangkan sebelum ini juga dapat dijelaskan bahawa kebanyakan ahli-ahli psikologi menggariskan beberapa langkah asas yang seharusnya di ambil ketika berhadapan dengan sesuatu masalah. Dalam menjalankan langkah penyelesaian masalah tersebut terdapat beberapa strategi yang boleh diambil sebagai teknik penyelesaian yang berkesan. Setiap strategi penyelesaian masalah mempunyai cara yang berbeza dan lazimnya setiap satu strategi itu diaplikasikan bergantung kepada masalah yang dihadapi. Salah satu strategi yang diberikan tumpuan dalam perbincangan kertas kerja ini ialah peranan strategi heuristik dalam proses penyelesaian masalah. Daripada penilaian yang dibuat heuristik mempunyai kelebihan dan kelemahan tertentu yang boleh mempengaruhi keputusan kita membuat penyelesaian. Oleh itu heuristik dilihat merupakan salah satu strategi yang memainkan peranan penting dalam proses penyelesaian masalah. 

                                                                                                                                    krismanto pakpahan